Aku adalah orang kecil dengan cita-cita yang besar. walau sudah menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum namun jadi pegawai/karyawan bukanlah termasuk salah satu dari cita-citaku, walau itu akan sangat asing ditelinga kebanyakan orang saat ini. mengingat mencari pekerjaan itu tidak mudah, katanya :)
Tapi aku adalah sesuatu yang berbeda. aku tidak ingin mencari pekerjaan, karena bagiku bukan dengan pekerjaan saja apa yang aku inginkan bisa tercapai. tapi yang paling penting adalah bagaimana aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan tanpa harus menguras tenaga dan waktu serta tetap bisa menjalani hari-hariku secara normal. bukan dengan ketakutan bos ku marah atau mendadak bosan karena tidak bisa kemana-mana karena masa cutiku habis, belum lagi harus bangun pagi krasak krusuk siap-siap karena takut terlambat dan akibatnya potong gaji. Aku pernah melewati masa itu. sakit sedikit tidak boleh, harus sakit banyak dulu baru bisa izin, itu juga ga boleh sering. ya kalau mauku pasti jangan pernah sakit, namanya juga sakit..hehee
Aku pernah bekerja di beberapa bank swasta, tapi tidak ada yang bertahan lama karena memang bukan bakatku disana. Semua pekerjaan aku bisa handle dan mampu aku selesaikan dengan baik, atasanku juga sangat baik, masalahnya aku yang tak bisa lama-lama duduk dengan baik disana :D
Itu dulu..paling tidak aku sudah pernah mencoba menjalani karir seperti apa yang orang lain lakukan. habis kuliah cari kerja trus nabung untuk beli ini itu, syukur2 bisa bantu orang tua. Dan salah satu tempat yang sampai saat ini masih berkesan adalah bekerja di Bank Mandiri Cabang Lubuk Baja Batam. Disana teman-temannya baik-baik, yaaah palingan gontok2an sama leader sekali2 karena dia suka ga sadar job desk nya tapi itu ga masalah...heheee intermezo aja..
Aku mengawali langkahku di Batam tahun 2007, setahun setelah wisuda dari Universitas Andalas. Tempat pertama aku bekerja adalah di Asuransi Central Asia Raya (CAR). tak banyak yang bisa aku cerita tentang tempat ini, karena aku disini hanya 3 bulan, dan resign karena alasan yang rumit untuk dijelaskan :D namun aku masih komunikasi dengan teman-temanku disana, terakhir aku di add di facebook oleh mantan atasanku, senang bisa komunikasi lagi :) aku sempat undang teman-temanku disana waktu aku ulang tahun yang ke 27, dan alhamdulillah..mereka bersedia datang untuk temu kangen :)
Setelah dari CAR, aku sempat kerja di DPC Partai Demokrat, jadi sekretaris ketua.. tapi hanya 2 minggu saja karena disana aku the only one woman dan semua pengurus yang aktif kebetulan hanya Bapak-bapak saja ternyata, dan kadang butuh kerja sampai malam karena sudah mendekati Pemilu. belum lagi drivernya waktu itu yang membuatku kacau. Tapi pengurus partainya baik-baik kok..:)
Baru setelah dari partai demokrat aku masuk ke bank mandiri, dan disanalah aku merasa benar-benar memulai karirku, paling tidak itulah pemikiranku saat itu. tak ada yang salah disini. Pekerjaan, gaji, dan pergaulan..tidak hanya teman-temanku satu team, tapi teman dari bagian yang berbeda pun juga welcome. semua teman dekat disana masih aktif komunikasi juga sampai sekarang, walau lewat Facebook dan bbm, tapi itu menyenangkan. termasuk manager MBU yang juga care sama aku walau bukan atasanku langsung. sampai security dan drivernya pun baik, banget malahan :) mungkin inilah sebabnya aku begitu terkesan pernah bekerja disini..
Dari Bank Mandiri lompat ke Bank NISP trus lompat lagi ke Bank Bukopin, dan lagi-lagi tidak ada yang bertahan lama. Di NISP Manager dan HRD nya baik, tapi justru karyawan satu kantor disana yang selalu menyambutku dengan muka jutek yang memang aslinya jelek..judes lagi hahaaa tapi bukan itu juga yang membuatku keluar pastinya, karena itu wajar..dimanapun berada pasti akan ada orang yang tidak senang dengan keberadaanku..syukurnya 2 bulan setelah aku keluar, temanku bilang kalau teller, cs, dan supervisor yang diantara mereka semua memang aku tidak suka, out juga karena satu kasus yang seperti sangat intern.
Lanjut ke Bank Bukopin, tapi disini aku tidak jadi bergabung lebih lanjut karena posisinya tidak cocok denganku, hanya mencoba seminggu dan memutuskan untuk tidak jadi bergabung.
Kesimpulannya, aku memang tidak pernah betah jadi karyawan. Bukan karena ketidakmampuanku beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkunganku, tapi karena aku menyadari bahwa disini bukanlah bidangku.
Setelah itu, aku berhenti mencari pekerjaan dan memutuskan untuk menjadi istri yang baik bagi suamiku, walau saat itu secara perekonomian kami masih pas-pasan. Namun bersyukur, dengan keputusanku yang banyak menuai protes itu aku bisa memberikan support dan perhatian penuh buat suamiku. tapi bukan berarti hanya berdiam diri saja dirumah, aku masih berusaha membantu suami sebisaku, walau memancing keheranan orang-orang melihat aku yang tidak bekerja dan hanya dirumah tanpa ada anak yang mau diurus :) bagaimana aku membantu suamiku...??? biar nanti suamiku sendiri yang jelaskan ya...yang pasti, sampai sekarang dia sangat menghargai keputusanku dan sangat merasakan bagaimana hasilnya, sampai sekarang :) dan itu semua yang sudah membawaku berada disini, di China, masih dalam rangka menemani suamiku. aku stay disini tapi keadaan sudah jauh lebih baik, aku juga sudah punya usaha kecil-kecilan yang bisa aku kelola, dan sekarang sedang mencoba menjajaki usaha baru, mudah-mudahan sukses ;) dengan keadaanku yang sekarang alhamdulillah aku juga bisa mendapatkan apa yang aku mau secara perlahan, paling tidak, tidak harus menunggu lama untuk hal-hal besar yang ingin aku lakukan. Dan hal yang paling membuat aku bersyukur adalah dengan melihat senyum bahagia orang tua kami disaat kami bisa membantu mereka.. :) dan planning kami yang tertunda, yaitu Umroh dan menunaikan Rukun Islam yang kelima. Kami berencana Umroh tahun ini, namun project suamiku disini dan waktu untuk umroh sepertinya masih bertabrakan. Semoga bisa segera terwujud..Aamin..
Menjadi istri yang baik adalah pekerjaan yang mulia..jadi kenapa harus malu mengakui kalau kita bukan karyawan salah satu perusahaan besar..?? Ingat, perusahaan memang besar, tapi kita gimana...? ingat gajiku dulu...hihiiiiii
Namun menjadi karyawan juga bukanlah hal buruk..selagi betah
dan tidak seperti aku yang suka lompat kesana kemari..heheee
Apapun itu pekerjaannya, yg penting Hallal & happy…..;)
No comments:
Post a Comment